Senin, 30 Maret 2015

Sejarah Belum Berakhir

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Wahai Saudaraku... entah terbesit apa ingin berbagi hal ini, ingin mengungkap sisi lain dari proses metamorfosa yang mampu mengubah yang kering menjadi lembab, mengubah gelap menjadi secercik cahaya, dan terus berlanjut dari akar hingga pucuk.

Sebaik-baik manusia punya masa lalu, seburuk buruk manusia masih punya masa depan.
Mari sejenak kita merenung, bukankah saya yang sekarang masih jahil mungkin dengan datang hidayah-Nya esok bisa jadi baik atau mungkin sebaliknya?
Mudah bagi Alloh untuk membolak-balikannya.
Ingat saudaraku, sejarah kita belum berakhir. Meski kita tidak tahu kapan akan kembali. Namun setidaknya saya yakin semua orang ingin menjadi orang yang meninggalkan jejak sejarahnya dalam hidup ini untuk sesuatu yang besar dan bermanfaat bagi orang lain.

Untuk mengukir karya sejarah itu, lantas apakah kita hanya akan berdiam diri tanpa melakukan aksi nyata?
lalu sebelum melakukan aksi apakah kita tidak butuh ilmunya?
apa jadinya jika amal tanpa ilmu?

Sejarah kita belum berakhir...
Ayo mari mulai saat ini sadarkan bahwa sebagai pemuda bukan lah masanya mementingkan egoisme dan individualisme nya. Kalian punya potensi besar mulai dari fisik yang segar, mental yang kuat, intelektual yang tinggi.
Sayang kan kalau tidak dimanfaatkan?
dan ingatlah akan "masa muda" mu yang akan ditanyakan nanti setelah engkau meninggal, digunakan untuk apa? untuk apa? untuk apa?

Sejarah kita belumlah berakhir...
Perbarui paradigmamu
Perbarui niatmu
Kalau sekarang belum berpunya, mari sadarkan untuk menimba ilmu sebanyaknya,
Kalau tidak berpunya, apa yang akan kita berikan?

Sejarah kita belumlah berakhir...
Engkau dipilih-Nya untuk membuat perubahan
mulai dari diri sendiri
memang, berubah tidaklah mudah. Karena tantangan pada saat pertama dalam perubahan adalah hal paling berat untuk dilewatinya.
Setelah melewatinya beberapa kali pasti akan terasa lebih mudah. tentu akan lebih mudah lagi ketika kita sudah paham akan urgensinya, akan pentingnya apa yang kita lakukan.

Lalu, kapan kita harus berubah?
Saat ini juga! Let's do it.. Paksa untuk berubah pada dirimu, karena hidayah yang terbaik adalah hidayah yang diusahakan oleh diri sendiri dan berdoa kepada-Nya.

Bagaimana kiat untuk berubah?
berkaitan dengan hal teknis, sangat banyak caranya:

1. Belajar dengan bergaul bersama orang-orang yg sholeh dan mendukung
2. Mendekatkan diri kepada Alloh dengan selalu melaksanakan ibadah kepada-Nya, dzikir, berdoa dan dekat dengan Al-Qur'an
3. Membaca, baik buku maupun membaca apa saja yang bisa memberi hikmah, tidak harus buku pula, karena hikmah adalah salah satu barang langka
4. Miliki guru atau cari guru yang bisa membimbing untuk saling mengingatkan dan untuk menimba ilmu darinya. misal dalam mentoring adanya mentor, dalam tutorial ada tutor, dalam liqo/halaqoh ada murabbi, yuk ikuti program ini, dijamin bakal keren

"Halaqah bukanlah segala-galanya, namun dari halaqoh akan dimulai segala-galanya (Imam Syahid Hasan Al-Banna)

5. Tutup notes ini, lalu mulailah perbaiki dan perbarui diri

Semoga bermanfaat, ingat... sejarah kita belumlah berakhir.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

10 komentar:

  1. nonton profil kamu pak kabid. kaget. kalau tulisan yang pak kabid posting saya tidak kaget. saya tahu makanan pak kabid tiap hari adalah buku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwk emang kaget kenapa Lid? :D fotonya juga biasa aja tuh

      wuh.. makanannya nasi kok, sama

      Hapus
  2. saya tidak memerhatikan fotok pak kaaabiiid. jangan GR lah yaaa... udah2 ngengsreng aja laaaah hehe kpn mau syuro lagi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahay.. iyaks lah ya, hari rabu kmungkinan seperti biasa, semoga bisa hadir semua

      Hapus
    2. mas Viki, maaf sebelumnya. apakah lidya boleh tanya? tentang sebuah isu? apa pak kabid bisa menebak? :v

      Hapus
    3. wew.. isu apa Lid? iya kalau bisa Lid.. :D hehe

      Hapus